Sabtu, 16 Januari 2016

Puisi

Amarah

Pikiran yang jernih...
Hati yang tenang...
Emosi terkendali...
Begitu kondisiku saat itu,

Namun 5 menit berlalu...
Semua itu kandas...
Tak tersisa sedikitpun,
Entah kenapa dan bagaimana?

Sontak beban berat yang kurasa
Pikiran buyar
Hati tak tenang
Emosi yang tak terkontrol

Apa karena dia?
Dia......?
Pekerjaan yang selama ini aku tekuni dengan baik
Kini hancur karenanya

Ku redam emosiku...
Ku tutup mulutku agar tidak bicara kasar
Namun apa.. Apa....???
Raut mukaku tetap memancarkan kemarahan yang mendalam...

Kini ku harus memperbaki semua
Aku pergi mengambil air wudhu
Dan ku jalankan ibadahku sebagai umat muslim
Ku curahkan keluh kesahku dan doaku
Disitulah aku merasa tenang....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar